Bubuk Kopi Produk Mahasiswa UTU Dipentas KKN-Nasional
  • UPT_TIK
  • 18. 08. 2018
  • 0
  • 522

MEULABOH – Sebanyak 10 Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional di Bandar Lampung, berhasil memproduksi bubuk kopi dan singkong. Bubuk kopi dan singkong itu, ternyata mendapat penghargaan yang luar biasa dari masyarakat dan pejabat di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Bandar Lampung.

Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah lokasi dimana mahasiswa ditempatkan melakukan KKN secara nasional. Jarak tempuh menuju hingga tiba di Kabuaten Tulang Bawang Barat, menghabiskan waktu sekitar 4 jam perjalanan dari Kota Provinsi Bandar Lampung. Informasi mengenai produk bubuk kopi dan singkong yang mendapat penghargaan dari warga itu, diperoleh melalui tim monitoring dan evaluasi (monev) KKN yang dilakukan oleh Sekretaris Koordinator KKN-UTU, Said Adla Fauzan, SP.,MP bersama Sekretaris LPPM-UTU, Arie Saputra, ST.,MT, selama dua hari  (14-15 Agustus 2018).

KKN yang bertema, “KKN Kebangsaan Nasional dan Bersama” berlangsung selama satu bulan dan akan berakhir, 25 Agustus 2018. Monev dari Universitas Teuku Umar (UTU) diikuti oleh mahasiswa  Unila, Untirta, Umrah, Uinsu, Universitas Gorontalo dan UPN Veteran Jakarta, ujar Said Adla Fauzan.

Said Adla Fauzan mengatakan, ke 10 mahasiswa UTU yang ber-KKN di Bandar Lampung telah mampu melahirkan produk bubuk kopi dan singkong. “Produk bubuk kopi dan singkong tersebut akan dipentaskan dalam pagelaran budaya dan seni  di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Ini bukti bahwa mahasiswa UTU mampu bersaing dengan kampus lain di Indoensia. Dan Ini prestasi yang membanggakan”.

Kedatangan tim monev ke lokasi KKN diterima Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Fauzi Hasan. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan KKN Nasional di daerah kami. Kegiatan KKN yang dilakukan mahasiswa se-Indonesia telah memberikan dampak nyata terhadap perubahan kultur sosial dari segi pembngunan fisik dan mental spritual mayarakat Tulang Bawang Barat

Selain itu, pengakuan mahasiswa UTU selama berada di lokasi KKN banyak sekali mendapat ilmu dan pengalaman.  Perbedaan kultur telah mengajarkan mereka betapa indonesia sangat kaya akan suku dan bangsa . Dan selama  bergabung dengan mahasiswa perguruan tinggi lainnya, mahasiswa UTU telah mampu berkonpetisi, adu argumen, hingga sampai mampu meraih pemenang dalam ajang KKN.

Dalam tahun 2018 ini,  untuk kedua kalinya 10 orang mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) dikirim untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan Nasional ke Provinsi Bandar Lampung. Said Adla Fauzan menjelaskan,  10 mahasiswa KKN dari UTU yang dikirim ke Lampung adalah  3 orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip)  yaitu Dinda Nurhanifa, Vinda Eka Saputra, Tarmizi. Dari Fakultas Teknik 2 orang yaitu Avina dan Dinda Agustina Lubis. Dari Fakultas Pertanian juga 2 orang yaitu Rika Sanri dan Abdullah Ahmad Badawi. Dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 2 orang, Ridwansyah dan Muhammad Reza. Dari Fakultas Ekonomi 1 (satu) orang yaitu Feri Asyikin.

Said Adla Fauzan mengatakan, sebelumnya, tahun 2017 Universitas Teuku Umar (UTU) untuk pertama kali juga telah mengirim mahasiswa KKN ke Bangka Belitung. Sebelumnya, mahasiswa KKN Nasional juga telah menerima pencerahan dan pembekalan dari beberapa pemateri. Keynot Speech pada acara pembekalan materi kepada mahasiswa KKN adalah Zulkifli Hasan (Ketua MPR) dengan judul materi, “Empat Pilar Kebangsaan”. Prof. Muhammad Nasir (Menristekdikti) dengan judul makalah, “Peran Mahasiswa dalam Pembangunan para era digital”. Dan  Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip (Panglima TNI) dengan judul materi, “Mahasiswa dan Radikalisme”. (Muzakkir)

Komentar :

Lainnya :