Dosen UTU Harus Mampu Berpikir Out of The Box
  • UTU News
  • 17. 01. 2019
  • 0
  • 230

MEULABOH - “Universitas Teuku Umar (UTU) perlu terus menerus berinovasi dalam meningkatkan kreatifitas mahasiswa dan dosen serta berani berpikir out of the box, dengan begitu keduanya akan saling mendukung”, kata Prof. Indra Maipita.

Prof. Indra Maipita, M.Si., Ph.D  (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan) menegaskan, dosen Universitas Teuku Umar (UTU) tidak hanya mampu mengajarkan ilmu secara teori kepada mahasiswanya, akan tetapi harus mampu membuat contoh dan memberikan bentuk kreasi baru yang akan mendorong mahasiswa lebih berkembang ke depannya dalam menghadapi disruption era.

Hal itu ditegaskan Prof. Indra usai menyampaikan materi pada seminar nasional belakangan ini di Aula UTU. Pemimpin UTU perlu membangun konsep yang mampu membuat lulusan menciptakan lowongan kerja mandiri dan untuk orang lain. Oleh karena itu, UTU juga harus berani menyeleksi Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu memberikan konsep pengembangan kampus untuk bersaing baik itu di tingkat nasional maupun internationl.

“Saat ini tidak perlu memikirkan bagaimana infrastuktur atau sarana-prasarana, karena itu berkaitan dengan pemerintah. Namun, pada  disruption era ini, kita lebih memikirkan tentang perubahan yang sangat cepat disekeliling kita, yang mana semuanya dikerjakan oleh mesin”, ujar Prof. Indra Maipita.

Dikatakan Prof. Indra, perkembangan model bisnis dari era analog ke era digital membuat inovasi-inovasi semua berbentuk digital memang terlihat segalanya menjadi mudah. Namun, perubahan tersebut membuat tenaga kerja manusia akan berkurang dan bahkan semuanya dikerjakan dalam bentuk digital atau mesin, sehingga nantinya akan menyebabkan manusia berkurang produktivitasnya. Terlebih lagi perkembangan dunia memberikan perubahan yang begitu cepat dan waktu terasa semakin singkat.

“Sebagai orang ekonomi harus memahami teori ekonomi, praktek ekonomi dan memahami  informasi teknologi  (IT). Selain itu, juga harus paham tentang perubahan yang terjadi saat ini. Jangan sampai keahlian kita itu bisa digantikan oleh robot. Kalau kemampuan kita itu bisa digantikan oleh robot, akuntan misalnya, tidak mampu mengikuti sistim, maka dia akan digantikan oleh robot”, begitu pendapat Prof. Indra Maipita.

Dalam kesempatan itu, Prof. Indra Maipita menyebutkan  tempat pembelajaran itu bukan hanya di kelas, tapi harus berbasis project, harus berbasis riset, harus turun ke lapangan. Kedepan tidak ditanya lagi Anda itu tamatan apa dan IPK-nya berapa. Tapi Anda akan ditanya, Anda bisanya apa, karena semua yang akan menentukan adalah kemampuan untuk mampu bersaing. (***)

Lainnya :