Mahasiswa dan Dosen FKM-UTU
  • UTU News
  • 09. 12. 2018
  • 0
  • 459

MEULABOH – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat-Universitas Teuku Umar (FKM-UTU), mengadakan penyuluhan tentang cara hidup sehat di SDLB dan SMPLB Cot  Seumeureung Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan pada 3 Desember 2018, dalam rangka peringatan hari penyandang disabilitas Internasional. Bentuk penyuluhan antara lain berupa demonstrasi sikat gigi serta mengajak murid dan pelajar sekolah luar biasa itu bagaimana cara hidup sehat dan menjaga kesehatan.

Dosen FKM-UTU, Arfah Husna, SKM, MKM mengatakan, kegiatan penyuluhan kesehatan yang diketuai Adindawati, dilakukan  oleh 18 mahasiswa FKM UTU dan dimbimbing/didampingi lima orang dosen FKM UTU. Dosen yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan tersebut adalah Arfah Husna, SKM, MKM, Siti Maisyaroh Fitri Siregar, SKM, M. Kes, Muhammad Iqbal Fahlevi, SKM, M. Kes, Safrizal, SKM, M. Kes, Fakhrurradhi Luthfi, SKM, M. Ke 

Selain kegiatan penyuluhan kesehatan bersama murid dan pelajar SDLB dan SMPLB Rahmatillah, Cot Seumeureng, Samatiga Aceh Barat itu, juga dilakukan senam, bermain, berlari dan bernyanyi bersama serta membagi-bagikan makanan ringan untuk para murid dan pelajar SDLB dan SMPLB Rahmatillah Cot Seumereung.

Arfah Husna menjelaskan, murid dan pelajar sekolah luar biasa Rahmatillah yang dikunjungi itu berjumlah 24 orang dari SDLB dan 10 pelajar  SMPLB “Anak-anak tersebut adalah penyandang disabilitas tuna grahita dan tuna daksa. Namun,  anak tuna grahita dan tuna daksa mempunyai  kemampuan menangkap informasi yang lebih lambat dari pada anak umumnya. Untuk itu, penyuluhan kesehatan yang dilakukan bagi anan-anak penyandang disabilitas itu dengan menggunakan metode demontrasi melalui media bernyanyi dan bermain.

Dengan adanya kegiatan mahasiswa pada peringatan hari penyandang disabilitas Internasional, diharapkan mahasiswa dapat memberikan dukungan dan perhatian untuk meningkatkan kesehatan bagi anak-anak SDLB dan SMPLB. Pemahaman bahwa cacat adalah keadaan yang bisa saja terjadi di alam kehidupan manusia, baik berifat sementara maupun permanen. Namun, yang menjadi tanggungjawab kita bersama adalah memberikan ‘sentuhan kasih sayang’, dengan menjaga dan membimbing mereka terutama dari sisi kesehatan, ujar Arfah. (Zakir)

 

Lainnya :