Mahasiswa dan Dosen Teknik Mesin UTU Terapkan Teknologi Perahu Sampan Fiberglass
  • Prodi Teknik Mesin
  • 02. 03. 2019
  • 0
  • 109

MEULABOH – Mahasiswa dan Dosen Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (FT-UTU) merancang perahu sampan fiberglass untuk para pelaut  khususnya nelayan di Kecamatan Kuala Bubon, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Penerapan perahu sampan fiberglass itu, sebagai bentuk pengabdian yang  mereka lakukan untuk masyarakat nelayan.

Pengabdian dosen Program Studi Teknik Industri tersebut melibatkan mahasiswa yaitu Irwandi, Syahrul Maulizar, Hamdan, Desra Wahyudi.  Tujuan penerapan teknologi alternatif perahu sampan  fiberglass dengan cetakan yang dirancang bangun adalah untuk memperbaiki hasil produksi dalam hal aspek estetika dan bentuk perahu.

Herdi Susanto, ST, MT mengatakan, penelitian dilaksanakan di Desa Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat, dengan tahapan 1). Rancang bangun cetakan, 2). Pembuatan perahu metode hand lay-up, 3). Pengujian dan evaluasi. Penelitian menghasilkan sebuah produk perahu sampan fiberglass dengan ukuran dimensi panjang perahu 5,7 meter, lebar maksimum perahu 80 cm dan tinggi 40 cm dengan kapasitas penumpang maksimum 4-6 orang.

Pengujian menunjukkan bahwa perahu sampan fiberglass aman dan layak digunakan di sungai Bubon dan hasil evaluasi bahwa aspek estetika terjadi peningkatan sekitar 50% jika menggunakan cetakan yang dirancang bangun dan jika dibandingkan dengan menggunakan sampan kayu sebagai cetakan. Sebaliknya biaya produksi menjadi meningkat sekitar 5% jika menggunakan cetakan yang dirancang bangun. Produksi perahu sampan fiberglass dengan cetakan yang dirancang bangun akan menjadi lebih ekonomis jika di produksi dalam jumlah minimal lima unit perahu sampan.

Target kegiatan disusun berdasarkan diagram alir pelaksanaan kegiatan. Pembuatan perahu sampan fiberglass menggunakan bahan dasar resin polyester, serat kaca dan katalis mexpo, serta cetakan perahu menggunakan papan kayu dan triplek. Bahan dasar tersebut dicampur melalui proses pencampuran langsung antar material. Lalu di cetak kebagian cetakan perahu dengan metode Hand Lay Up (olesan tangan).

Bentuk desain perahu sampan dirancang sesuai dengan kondisi sungai, jenis perahu sungai yang digunakan dan mengikut sertakan kearifan lokal sungai Krueng Bubon. Potongan triplek di bangun dengan menggunakan balok kayu dengan ukuran 10 x 10 cm dan mengikuti pola desain yang telah ditentukan.
Sedangkan pembuatan perahu sampan fiberglass di cetak diatas permukaan cetakan yang telah dirancang bangun. Sebelum dicetak, permukaan cetakan dilapiskan dengan lapisan anti lengket yang berfungsi agar perahu tidak lengket pada cetakan dan perahu fiberglass mudah dilepaskan. Serat fiberglass disusun secara rapi dan terdistribusi dengan sempurna dipermukaan cetakan hingga 4 lapisan (±4-5 cm) dan dilanjutkan dengan pemolesan pada permukaan fiberglass dengan menggunakan resin polyester.

Tahapan akhir dalam pembuatan perahu adalah pemeriksaan seluruh permukaan perahu dari kebocoran dan pengecetan dilakukan secara manual dengan menggunakan kuas. Pengujian perahu fiberglass dilakukan di area sungai Krueng Bubon dan evaluasi dilakukan terhadap 10 orang yang menggunakan perahu sampan fiberglass tersebut.

Lainnya :