Pemerintah akan Lahirkan Regulasi Baru Tentang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)
  • UTU News
  • 05. 05. 2018
  • 0
  • 402

MEULABOH – Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) akan mengeluarkan Peraturan Menteri Ristekdikti (Permenristekdikti) terkait regulasi tersebut.

“Ke  depan  pengembangan PJJ  diharapkan mampu meningkatkan akses masyarakat dalam menempuh jenjang pendidikan tinggi berkualitas secara signifikan. Saat ini, angka partisipasi kasar atau APK pendidikan tinggi baru 31,5%. Kenyataannya, jika pembelajaran hanya diterapkan   secara   konvensional,   peningkatan APK hanya berkisar di 0,5% per tahun. Namun dengan terobosan PJJ ini, diharapkan APK pendidikan tinggi mampu melesat mencapai 40% di tahun 2022-2023, asalkan PJJ dapat diakses oleh lebih banyak orang dan secara efektif diterapkan,” jelas Menristekdikti dalam pidato Hardiknas yang dibacakan oleh Rektor UTU, Prof. Jasman pada saat peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Dilanjutkannya bahwa, disisi lain Pemerintah juga akan meningkatkan kerjasama antar perguruan tinggi di dunia dalam rangka mewujudkan program internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia.

“Globalisasi menjadi sesuatu yang mutlak terjadi, oleh sebab itu peningkatan kualitas dan kompetensi sumber  daya  manusia  pun  harus  ditinggikan. Para dosen, mahasiswa, maupun lulusan yang dicetak oleh perguruan tinggi dituntut untuk dapat beradaptasi dalam menghadapi segala bentuk perubahan. Pengembangan jejaring akademik internasional juga diperkuat dengan cara melakukan kolaborasi dengan akademisi kelas dunia untuk menghasilkan temuan-temuan baru,” ungkap Prof. Jasman.

Selain itu, demi mewujudkan SDM yang berkualitas pemerintah dari tahun ke tahun terus meningkatkan jumlah beasiswa baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Demikian   pula   skema   pemberian   beasiswa kepada para dosen untuk melanjutkan studi, baik di  luar  negeri  maupun di  dalam negeri, merupakan bagian dari ikhtiar membumikan pendidikan tinggi sekaligus meninggikan kualitas SDM Indonesia. Kita berharap tenaga pendidik yang cakap mampu menumbuhkan iklim pembelajaran yang baik, hingga akhirnya menghasilkan lulusan yang cakap pula,” tambahnya.

“Kehadiran perguruan tinggi dan dosen kelas dunia dengan kualifikasi dan reputasi internasional, yang kita dorong untuk menjadi  mitra  kerja  sama  dengan  perguruan tinggi dan dosen kita di sini, diharapkan menjadi pemicu dan pemacu peningkatan kualitas SDM pendidikan tinggi kita, di samping internasionalisasi perguruan tinggi dan dosen dalam negeri,” tutupnya.

Lainnya :