Pisang Brazil Di Lahan University Farm-Universitas Teuku Umar
  • UTU News
  • 17. 01. 2019
  • 0
  • 319

MEULABOH – Fhia-17 dan roti-5 merupakan jenis pisang asal Negara Brazil, telah ditanam di lahan University Farm-Universitas Teuku Uamr (UF-UTU). Tanaman pisang fhia-17 saat ini hampir bisa dipanen.

Koordinator University Farm Universitas Teuku Umar (UF-UTU), Iwandikasyah Putra, SP.,MP menjelaskan, keberadaan pisang dari Negara Brazil itu merupakan usaha dari Bapak Rektor UTU, Prof. Jasman. “Untuk perdana, tanaman pisang jenis fhia 17 dan roti 5 asal Negara Brazil saat ini sudah ditanam masing-maing 10 batang di Lahan University Farm-UTU. Jenis fhia 17 sudah berbuah dan hampir bisa di panen” ujar Iwandikasyah.

Menurut Iwandisyah, ada juga dari pendonor pisang barangan yaitu dari PT. Hijau Surya Biotechindo Medan-Sumatra Utara. Bibit pisang barangan merupakan hasil kultur jaringan untuk di uji pada lokasi UF-UTU, di Zonasi Areal Kebun Plasma Pisang UF sebanyak 20 batang.

Selain itu, di lokasi UF pada setting lokasi demplot kebun edukasi ditanami 3 jenis tanaman yang meliputi mangga malabar di cluster 1 (170 batang) dan cluster 2 (162 batang  jambu Kristal).  Selain itu, diatas lahan UF-UTU juga telah ditanam dan telah tumbuh dengan subur durian jenis otong pada masing-masing cluster yaitu cluster 1 (34 batang), pada cluster 2  (36 batang) di cluster 1 (68 batang) dan cluster 2 (72 batang). Penanaman durian otong itu dilakukan dalam bulan Mei 2016 dengan bentuk bendungan. Dan saat ini sedang dibangun dan hampir rampung rumah penggemukan sapi dengan kapasitas 12 ekor.

Iwandikasyah menyebutkan, untuk kemajuan dan perkembangan UF-UTU, berbagai upaya telah dilakukan termasuk kersajama MoU dengan Kebun Raya Purwodadi-Malang, dan telah diterima Kepala BKT Kebun Raya Purwodadi-Malang, Deden Mudiana.

Kerjasama yang dilanjutkan diskusi tentang manajemen kebun koleksi pisang Kebun Raya Purwodadi, membahas tentang eksplorasi dan registrasi, aklimatisasi di nursey. Membahas juga tentang  koleksi kebun yang berkaitan dengan penanaman, perawatan, pemupukan, pengendalian hama penyakit tanaman, serta pemetaan koleksi dan monitoring.

Selain itu, disampaikan juga presentasi tentang identifikasi pisang secara morfologi serta membicarakan tentang penyusunan buku koleksi. Dalam presentasi tersebut diungkapkan,  segala jenis pisang yang ditanam di lahan University Farm-Universitas Teuku Umar (UF-UTU), perlu tersedianya fasilitas laboratorium yang memadai untuk mendukung pengembangan pisang di masa yang akan datang. Selain itu, untuk mendukung kegiatan tersebut yang perlu dilakukan pertam;  identifikasi gen ketahanan penyakit pada berbagai aksesi pisang Aceh. Kedua, induksi mutasi genetik pisang  guna mendapatkan varietas pisang superior. Ketiga, identifikasi keragaman genetik pisang, dan keempat, penambahan kitin pada media in-vitro sebagai agen ketahanan penyakit.

Selain itu, sebut Iwandika, pada tahun 2017, realisasi tanaman pisang pada kebun plasmanutfah pisang UTU, dengan luas area sekitar satu hektar sebanyak 504 batang, dengan 30 jenis pisang.  Lahan yang sedang garap saat ini lebih kurang satu herktar pisang. Sedangkan rencana ke depan, dalam tahun 2019 sampai 2025, kebun plasmanutfah pisang di lahan pertanian Universitas Teuku Umar, akan dikerjakan pada area seluas sekitar 9,7 hektar. (zakir)

Lainnya :