Polisi dan Dealer Honda Sosialisasi Keselamatan Berkendara Bagi Mahasiswa UTU
  • UTU News
  • 04. 01. 2019
  • 0
  • 390

MEULABOH – Tim Safety Riding Dealer Honda, Satlantas Polres Aceh Barat kerjasama dengan HMJ Ilmu Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Teuku Umar (Fisip-UTU) melakukan sosialisasi bertema, “Campus Pelopor Keselamatan Berkendara” bagi kalangan mahasiswa UTU, 18 Desember 2018, di Aula Utama UTU.

Dosen Prodi Ilmu Hukum Fisip-UTU, Apri Rotin Djusfi, SH, MH mengatakan, sosialisasi pembelajaran aman berkendara (safety riding) yang dilakukan tim tersebut, diikuti penuh antusias oleh mahasiswa, dan mendapat sambutan baik dari Dekan Fisip UTU, Dr. Mursyidin, MA. “Sosialisasi pelapor keselamatan berkendara ini mengedukasi mahasiswa. Sosialisasi ini wujud kepedulian dealer honda kepada para pengendara sepeda motor”

Honda juga gencar dalam menggelar sosialisasi keselamatan berkendara baik di sekolah, kalangan universitas, instansi pemerintah, bahkan langsung ke masyarakat. Selaku instruktur dari tim safety riding honda, Tomi menjelaskan, hal-hal yang terkait penyebab kecelakaan yang sering terjadi. 

Penyebab kecelakaan di jalan raya dapat kita kelompokkan menjadi 3 kelompok, yakni berdasarkan manusia, lingkungan dan kendaraan. Bisa karena ketika sedang emosi kita mengendarai kendaraan akan menyebabkan kecelakaan, lalu kondisi motor yang kurang baik serta jalanan yang licin akibat hujan," jelas Tomi di hadapan para mahasiswa dan  para undangan yang hadir.

Dalam kesempatan sosialisasi tersebut juga diperagakan teknik dasar berkendara meliputi atribut keamanan wajib yang harus digunakan ketika berkendara seperti helm, pakaian baju dan celana panjang, sarung tangan full cover, dan sepatu. Selain itu instruktur juga menjelaskan cara berkendara yang baik dan benar, teknik pengereman, teknik menikung, serta cara memeriksa kendaraan sebelum digunakan.

"Untuk mengerem yang baik terutama untuk motor model sport,  tidak boleh menggunakan rem depan saja atau rem belakang saja. Namun ketika ngerem, harus ada kolaborasi antara rem depan dan belakang, 70 persen harus menggunakan rem belakang dan 30 persen menggunakan rem depan," kata Tomi.

Beberapa teknologi yang dikembangkan seperti Combi Brake System (CBS) dimana teknologi pengereman ini memungkinkan pengereman depan dan belakang dilakukan secara bersamaan agar sepeda motor bisa berhenti dengan sempurna dan aman.

Honda juga selalu mengkampanyekan tagline safety Indonesia, cari_aman. Melalui tagline ini, Honda berharap bisa lebih dekat dan diterima dengan mudah oleh masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas. Honda menganggap atribut berkendara seperti helm, sarung tangan, jaket, sepatu dan lainnya bukan sekedar atribut untuk keselamatan, melaikan juga merupakan bagian dari fashion atau life style. Karena berkendara tidak sekedar aman tapi juga gaya. Selalu cari_aman sebelum berkendara. (***)

Lainnya :