Prinsip Pembelajaran dan Peran Dosen Menurut Pakar Pendidikan
  • UTU News
  • 20. 05. 2018
  • 0
  • 389

MEULABOH – Kecakapan personal mengenal diri (self awareness skill) membicarakan hal-hal paling mendasar, mengenal potensi, keterbatasan, keunggulan diri, minat dan bakat diri. Kecakapan berpikir (thinking skills) seperti berpikir rasional (berpikir mendasar), berpikir kompleks (tingkat tinggi).

Prinsip pembelajaran dimaksud dirangkum dari pendapat beberapa pakar pendidikan Universitas Syiah Kuala (UTU) yaitu Prof. Dr. Ir. Marwan (Wakil Rektor I Unsyiah sekarang), Dr. M. Hasan, M.Si, Dr. Rahmah Johar, M.Si, dan Dra. Nurulwati, M.Pd, yang disampaikan pada kegiatan Pekerti belakangan ini. 

Ciri-ciri keterampilan berpikir kreatif adalah berpikir divergen (berpikir dari berbagai perspektif dan alternative), kesadaran dan sensitivitas terhadap permasalahan, daya ingat yang baik, kelancaran (kemampuan menghasilkan banyak ide secara mudah), fleksibilitas (kemampuan menghasilkan bermacam ide), orisinalitas (kemampuan menghasilkan ide yang tidak biasa), disiplin dan kemauan yang keras, adaptif (terbuka terhadap sesuatu yang baru dan mudah menyesuaikan).

Peran dosen dalam pemberian tugas kepada mahasiswa dalam proses perkuliahan, dosen mempunyai banyak peran. Dosen tidak hanya berfungsi sebagai guru, tetapi juga sebagai manajer, administrator, sumber daya manusia yang memiliki ilmu pengetahuan. Dosen erat kaitannya dengan kegiatan pemberian tugas. Dosen punya tiga peran dalam rangka pemberian tugas yaitu sebagai perencana, sebagai fasilitator dan sebagai evaluator.

Sebagai perencana, dosen adalah penentu jenis tugas yang harus dikerjakan mahasiswa. Sebagai fasilitator, dosen adalah penentu atau penyedia sarana yang dapat mengilhami mahasiswa dalam berpikir aktif dan kreatif. Sebagai evaluator, dosen dalam menilai tugas yang dibuat mahasiswa seringkali dosen terlalu cepat menyalahkan tugas yang dibuat mahasiswa tanpa berusaha melihat kesalahan secara lebih luas.

Sebagai perencana, dosen berhak dan berkewajiban menentukan tugas yang harus dikerjakan mahasiswa. Terkait dengan perencanaan ini ada empat patokan yang dapat digunakan dosen untuk menentukan jenis tugas bagi mahasiswa yaitu; tujuan instruksional, sistematika tugas, relevansi tugas, dan waktu penyelesaian tugas.

Sebagai fasilitator, dosen memberi contoh cara menyediakan sarana adalah dengan membawa kasus di lapangan ke ruang kuliah, mengembangkan sistem depositori di perpustakaan. Sebagai evaluator, peran dosen dalam pemberian tugas adalah melihat berapa banyak bantuan yang diperlukan mahasiswa dalam mencapai tujuan instruksional. Jenis bantuan untuk memperbaiki tugas seperti umpan balik, penguatan, tugas remedial, dan kerja kelompok, dengan bermacam contoh praktikum, studi lapangan, jurnal akademik dan penulisan makalah.(Muzakkir)

Lainnya :