Prof. Nazaruddin,
  • UTU News
  • 23. 11. 2018
  • 0
  • 377

MEULABOH - “Saya sangat mengapresiasi kehadiran Universitas Teuku Umar (UTU) di Kawasan Barat Selatan Aceh. UTU dalam waktu yang  relatif  singkat, sudah ada kemajuan yang sangat signifikan. Untuk itu, perlu melakukan penelitian mengenai  persepsi masayakat tentang transaksi keuangan syariah, menyangkut perputaran uang dalam masyarakat” ujar Prof. Nazaruddin.


Prof. Dr. Nazaruddin AW, MA (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam-UIN-Ar-Raniry) mengatakan hal itu, ketika bincang-bincang dengan Tim UTU News belum lama ini di ruang kerjanya-di Banda Aceh. Prof. Nazaruddin menyebutkan, UTU harus mengembangkan ekonomi islam, karena berdasarkan hasil  penelitian tentang transaksi keuangan syariah ternyata di Aceh secara umum dipastikan ada enam model transaksi keuangan dalam kehidupan masyarakat yang dilakukan secara individu. Sebagian masyarakat masih dengan syariat dan sebahagian lainnya sudah tidak sesuai dengan kerangka syariat, melainkan telah memberikan inovasi baru yang disesuaikan dengan kepentingan orang kaya.

Dari hasil penelitian itu kami lakukan diskusi baik di Aceh Barat,  Aceh Utara, dan di Kota Langsa. “Apa yang menarik di UTU selama Rektor Prof. Jasman  sudah mencoba mengembangkan link yang cukup besar baik untuk kalangan internal domestik maupun diluar. Apalagi kedekatan Prof Jasman dengan Menristekdikti, Prof. Nasir  sangat tinggi.

Prof. Nazaruddin mengatakan, isu domestik menjadi isu global saat ini. Aceh diakui atau tidak bahwa dua sisi instrument yang dianggap penting yaitu instrument regulator dan instrument kesadaran.  Instrumen regulator yang tumbuh di Aceh itu mengarah kepada syariat islam, itu hampir bisa kita pastikan, misalnya UUD pariwisata, UUD Kebudayaan adalah mengarah ke syariat islam, koperasi syariat, dan banyak lainnya.  

Prof. Nazaruddin mengatakan, Meulaboh menjadi kota transit masyarakat Kabupaten Siemeulue. Untuk Pengembangan transit itu perlu penyiapan sumber daya  yang kuat. Paling kurang orang siemeulue jamgan lagi merasa risih melewati Kota Meulaboh. Konkritnya, semua aktivitas keperluan masyarakat siemeulue aksesnya Meulaboh. Makanya, transportasi laut Melaboh itu sangat menjanjikan disamping Kota Meulaboh  itu menjadi distinasi wisata, seperti Bireun dengan Takengon.  Orang Takengon itu penting terhadap orang Bireuen demikian juga sebaliknya, sehingga Bireuen menjadi pasar barang yang sangat murah. “Kalau mau buat penelitian, dimana pasar yang paling murah di Aceh  adalah Bireuen”. (***)

Lainnya :